Tampilkan postingan dengan label Kanker Kandung Kencing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kanker Kandung Kencing. Tampilkan semua postingan

Kanker Kandung Kencing

Transisional sel karsinoma buli merupakan salah satu keganasan traktus urinarius. Jenis yang lain adalah adeno karsinoma, squamous sel karsinoma dan banyak lainnya.  Oleh berbagai sebab tidak semua penuyakit ini dapat diterapi dengan operatif, sebagian memerlukan kemoterapi baik neoadjuvan ataupun adjuvan. protokol pemberian kemoterapi tersebut dapat anda lihat berikut.


Kemoterapi First Line neoadjuvan, adjuvant dan metastatik Ca Buli



Regimen

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
First line
Prefered category 1
Gemcitabine* 1000mg/m2 LPT
V






V






V







Cisplatin 70mg/m2 LPT

V




















KETERANGAN
*= dosis ini sebaiknya tidak dikombinasi dengan radioterapi
Siklus untuk regimen ini 28 hari, sehingga hari ke 29 adalah hari 1 dari siklus kedua
First line
Methotrexat 30mg/m2 LPT
V













V






V
Vinblastine 3mg/m2 LPT

V












V






V
Doxorubicin 30mg/m2 LPT

V




















Cisplatin 70mg/m2

V




















·    Pada pasien dengan GFR<60mL/menit cisplatin diganti Carboplatin pada regimen kombinasi. Telah banyak data yang menunjukkan keamanan penggunaan, tetapi hanya sedikit data mengenai kessamaan terapeutik regimen yang diganti dengan carboplatin.
·    Pada pasien dengan fungsi ginjal border line atau minimal, maka dilakukan pemberian cisplatin dengan dosis terbagi (contohnya 35mg/m2 pada hari 1 dan 2 atau hari 1 dan 8). Meskipun demikian efikasi relative kombinasi regimen kombinasi cisplatin dengan dosis yang dimodifikasi belum jelas.
·   Pasien locally advance atau metastatic yang terbatas yang kambuhan  perlu dipertimbangkan pembedahan.
·    LPT adalah Luas permukaan tubuh.
·  Evaluasi : klinis, DL, LFT, RFT, Foto Thoraks, Sistoskopi setelah selesai pemberian seluruh kemoterapi.
·        MVAC untuk neoadjuvan dilakukan sebanyak 3 siklus
·        MVAC untuk adjuvant minimal 4 siklus
·        Interval pemberian 3-4 minggu.



Cara pemberian :

Hari I :
1.      Cedantron 8 mg + NaCl 0,9%  50 cc dalam ¼ jam
2.      Dexamethason 4 amp + D5 100 cc dalam ½ jam
3.      Ranitidin 1 amp IV bolus
4.      Methotrexate 40,5 mg +PZ 100 cc dalam ½ jam
5.      NaCl 0,9% maintenance ( untuk rehidrasi hr ke 2)

Hari 2 :
1.      Cedantron 8 mg + NaCL 0,9% 50 cc  dalam ¼ jam
2.      Dexamethason 4 amp + D5 100 cc dalam ½ jam
3.      Ranitidin 1 amp IV bolus
4.      Doxorubicin 40,5 mg + NaCl 0,9% 100 cc dalam ½ jam
5.      Vinblastin 4 mg + NaCl 0,9% 100 cc ½ jam
6.      D5 500 cc dalam 3 jam
7.      Cisplatin 94,5 mg + D5 100 cc dalam ½ jam
8.      Lasic 1 amp IV bolus
9.      Cedantron 8 mg + PZ 50 cc dalam ¼ jam
10.  NaCl 0,9%  maintenance



Hari 15 dan 22 :
1.      Cedantron 8 mg + PZ 100 cc dalam ½ jam
2.      Dexamethason 4 amp + D5 100 cc dalam ½ jam
3.      Ranitidin 1 amp IV bolus
4.      Vinblastin 4 mg + PZ 100 cc dalam ½ jam
5.      Methotrexate 40,5 mg + PZ 100 cc dalam ½ jam
6.      Cedantron 8 mg + PZ 100 cc dalam ½ jam



Daftar pustaka
  1. NCCN, 2010. NCCN GuidelinesTM version 1.2011, Testicular Cancer-Non Seminoma
  2. Catur dkk, 2005, Standard Operating Procedure (SOP) Pemberian Kemoterapi Di Bidang Urologi,Surabaya: FK Unair/RSU Dr Sutomo
Oleh wikan kurniawan

Kencing Darah

Kencing berwarna merah belum tentu merupakan kencing darah. Warna merah pada kencing dapat diakibatkan oleh makanan, minumam, ataupun obat-obatan yang dikonsumsi selain kencing darah sendiri. Makanan dan minuman dengan pewarna sering mengakibatkan warna kencing sewarna dengan pewarna tersebut. Obat rifampisin yang sering dikonsumsi untuk terapi TBC juga mengakibatkan warna kencing kemerahan. Oleh sebab itu jika terdapat kencing yang berwarna kemerahan harus dipastikan apakah kencing darah ataupun bukan.

Kerusakan otot yang luas, misalnya pada multipel trauma, tersengat listrik dan terbakar juga dapat mengakibatkan kencing yang berwarna merah meskipun tidak mengenai ginjal ataupun saluran kencing. Kerusakan otot yang luas akan melepaskan komponen otot yang disebut myoglobin. Myoglobin merupakan suatu bentuk porfirin yang tidak dapat larut air dan langsung diekskresikan melalui ginjal. Warna myoglobin adalah merah. Oleh karena tidak larut air, maka ekskresi myoglobin dalam jumlah besar dapat mengendap dan akhirnya menyumbat filtrasi glomerolus dan berakibat gagal ginjal. (Seandainya larut air maka tidak akan mengendap). Untuk menghindari hal tersebut, pasien dengan trauma otot yang luas harus dilakukan pemantauan jumlah kencing, dan disarankan agar kencing cukup banyak.

Kencing darah atau dalam bahasa medis disebut hematuria dapat kasat mata (gross hematuria) ataupun mikroskopis saja. Dikatakan hematuria jika ditemukan adanya sel eritrosit didalam urine lebih dari 5 buah/lapang pandang perbesaran kuat. Kencing darah sering diakibatkan oleh trauma perut dan punggung (jatuh dari ketinggian, terbentur benda keras, kecelakaan lalu lintas), infeksi saluran kencing, infeksi usus buntu, tumor ginjal dan saluran kencing, batu saluran kencing dan pembesaran prostat. Oleh karena sebab kencing berwarna merah sangat beragam, dan pengobatannya berbeda satu terhadap yang lain, maka kejujuran pasien dalam memberikan informasi kepada dokter akan sangat berguna selain kecermatan dokter untuk menggali informasi.

Kencing darah yang diikuti rasa nyeri biasa disebabkan oleh karena trauma, batu saluran kencing dan infeksi. Sedang kencing darah tanpa rasa nyeri sering dikarenakan tumor atau kanker saluran kencing serta ginjal. Kencing merah yang diawali dengan kencing yang harus mengejan sering diakibatkan oleh pembesaran prostat.
Perbedaan antara eritrosituria, hemoglobinuria dan myoglobinuria.

Pembeda Eritrosituria Hemoglobinuria Myoglobinuria
Jika diperiksa di mikroskop, sel eritrosit Tampak Tak tampak Tak tampak
Jika di sentrifuge, serum berwarna Jernih Kemerahan/vein rose jernih